Notice

Kebijakan adalah Bagaimana penyelengara merespon permasalahan baik dengan melakukan atau tidak melakukan sesuatu

Notice

To Do or Not To Do

Notice

Kemiskinan, Kebodohan dan Buruknya Kesehatan membentuk lingkaran "KESENGSARAAN"

Notice

Keberhasilan sebuah kebijakan dapat dilihat dari peningkatan kondisi hidup dari target group-nya

Notice

Kebijakan dapat terlaksana jika dan hanya jika perencana, pelaksana dan penerima manfaat bersinergi mencapat tujuan kebijakan

Minggu, 11 Januari 2015

Penjabaran dari konsep Williams "What Are The Key Management & Sales Issues Facing Sales Managers For The Next 20 Years" Volume 4, Issue 9 (2011), pp. 20-43

Perkembangan penjualan mengalami tantangan yang berasal dari internal dan eksternal perusahaan . Faktor Eksternal adalah beberapa faktor yang mucul dari luar perusahaan meliputi : (1) munculnya model bisnis baru; (2) respon terhadap waktu ekonomi; (3) politik dan sosial; (4) ketidakstabilan dunia, kekacauan, perselisihan politik, dan pemberontakan nasional dan daerah; (5) konflik dan tantangan dalam tenaga kerja modern(flukstuasi tenaga kerja yang cukup besar, keragaman kekhawatiran, dan pengangguran); (6) Peringkat penjualan profesional menurun. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam perusahaan meliputil: (1) Pilihan model bisnis perusahaan; (2) Ketertarikan  perusahaan untuk mengetahui apakah agen penjualan mereka dipersiapkan dengan baik; (3) Kesulitan untuk menemukan, mempekerjakan dan melatih orang sebagai sales atau bahkan manajer penjualan yang tepat; (4) Penggunaan teknologi penjualan yang terkini; (5) Tanggung jawab manajer penjualan; (6) Kualitas penjual kurang efektif dalam menjual.

William menekankan model baru bisnis pada konsep kapan dan mengapa.  Amerika dan beberapa negara mengalami penurunan ekonomi  selama beberapa kurun waktu pada beberapa perusahaan besar sehingga berakibat pada resesi global. Kekacauan keuangan dan pasar mengharuskan dipercepat re-definition dari model bisnis mereka sebelumnya(William,2011).
Seiring hal  tersebut, munculnya model bisnis baru menjadi salah satu faktor eksternal yang dihadapi manajemen penjualan Amerika yaitu memaksa peremajaan atau bahkan penggantian fungsi penjualan tradisional (Piercy & Lane 2003) berupa Model baru bisnis. Resesi global yang terjadi di Amerika mendorong untuk melakukan perubahan bisnis menjadi model bisnis baru. Perubahan bisnis dan meningkatnya kompetisi pasar yang lebih canggih, kompetisi keunggulan produk domestik dan internasional, teknologi inovatif, dan pesan media sosial menunjukkan kondisi model bisnis baru di Amerika saat ini. Setelah resesi, 3-4 tahun belakangan ini masih belum menunjukkan perbaikan yang berarti. Pemasaran global terganggu oleh ketidakstabilan, kekacauan dunia, perselisihan politik, dan pemberontakan nasional dan regional. Tingkat ketidakamanan nasional juga dihadaapi pada ancaman teroris. Ketegangan di Amerika dapat terlihat dari wajah orang-orang dan usahanya. Sedangkan dampak resesi terhadap tantangan dalam tenaga kerja menunjukkan lebih dari 400.000 orang yang mengajukan pekerjaan belum mendapat pekerjaan. Penjualan profesional juga menurun dan sekitar 13 juta tenaga penjualan di Amerika Serikat dipaksa keluar dari profesi sebagai individu dan klien dengan melakukan penjualan tradisional dan membeli produk dan jasa dengan memanfaatkan saluran langsung.
        Faktor internal juga menunjukkan beberapa faktor yang harus dihadapi manajer dan sales penjualan yang berasal dari dalam lingkup perusahaan. Salah satu faktor internal adalah belum adanya upaya perusahaan untuk membuat penyesuaian internal yang efektif untuk mengatasi  pergeseran dan modifikasi organisasi, derajat kelesuan banyak perusahaan yang tidak tertarik untuk mengetahui apakah agen penjualan mereka benar siap, atribut kinerja kepemimpinan penjualan dan pengawasan mencari sama bakat penjualan yang Anda cari. Pada dasarnya tenaga penjualan harus merasa yakin tentang berhubungan ke-dan mengartikulasikan fitur dan manfaat, posisi pasar, intelijen kompetitif, harga, dan pengetahuan produk (Behrman, 2001). Faktor lainnya adalah bagaimana manajemen tekhnologi. Dr Robert Calvin, Presiden Manajemen Dimensi menganggap teknologi penjualan menjadi sedih kurang tenaga penjualan saat ini, kesalahan manajemen penjualan mereka. Mr Calvin menulis bahwa penjualan kelemahan utama manajer dalam menangani otomatisasi tenaga penjualan yang berpusat pada empat berbeda daerah: Tidak mencurahkan sumber daya yang tepat untuk menerapkan otomatisasi tenaga penjualan & pelatihan penjual di dalamnya. Tidak pribadi menggunakan alat otomatisasi dan perangkat lunak. Tidak benar menjual manfaat otomatisasi, manajemen hubungan pelanggan (CRM), dan e-commerce untuk tenaga penjualan.
          Sering dengan yang dijelaskan William, Wheelen(1996) terlebih dahulu sudah menjelaskan bahwa faktor-faktor yang paling penting untuk melihat masa depan perusahaan terbagi atas internal dan eksternal yang kemudian diklasifikasikan menjadi faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Lingkungan eksternal terbagi atas lingkungan kerja dan lingkungan sosial (Wheelen,1996). Lingkungan kerja terdiri dari elemen-elemen atau kelompok-kelompok yang secara langsung berpengaruh atau dipengaruhi langsung oleh operasi-operasi/tindakan organisasi. Lingkungan sosial adalah kekuatan-kekuatan umum yang tidak berhubungan langsung dengan aktifitas jangka pendek organisasi tetapi dapat dan sering mempengaruhi keputusan jangka panjang. Sedangkan faktor internal terdiri dari variabel-variabel yang ada dalam organisasi tetapi biasanya tidak bisa mengendalikan manajemen puncak dalam jangka pendek. Variabel tersebut meliputi struktur, budaya dan sumber daya organisasi. Struktur adalah cara bagaimana perusahaan diorganisasikan yang berhubungan dengan komunikasi, wewenang dan arus kerja. Budaya meliputi pola keyakinan, ppengharapan dan nilai yang dibagikan oleh anggota organisasi. Sedangkan Sumber daya adalah aset yang meliputi keahlian, kemampuan dan bakat manajerial seperti aset keuangan, dan fasilitas perusahaan.


Model Bisnis Baru
            Model bisnis adalah cara/taktik/strategi operasional untuk tumbuh dalam suatu industri tertentu. Matthew S. Oslon dan Derek  van Bever, 2008 dalam Stall Point  menunjukkan bahwa setiap bisnis mengikuti siklus pola kurva S. Ketika berada di posisi puncak menjelaskan bahwa bisnis akan memasuki masa-masa suram. Keputusan untuk berubah dan lahir menjadi ‘perusahaan baru’ adalah keputusan strategis. Jadi perusahaan bisa terus tumbuh jika secara teratur menata ulang strateginya. Strategi bisnis adalah keputusan untuk menetapkan posisinya dalam suatu industri.
Clay Christensen ,2008 menyebutkan beberapa hal yang menyebabkan mengapa model bisnis baru diperlukan pada kondisi seperti; (1) adanya kesempatan bagi kondisi kebutuhan kelompok yang solusi ditawarkan sebelumnya terlalu mahal atau rumit, misalnya tujuannya Nano untuk membuka kepemilikan mobil untuk konsumen berpenghasilan rendah di pasar negara berkembang; (2) kesempatan untuk memanfaatkan teknologi baru atau memanfaatkan teknologi yang sudah ada di pasar baru misalnya Sebuah perusahaan mengembangkan aplikasi komersial untuk teknologi yang awalnya dikembangkan untuk penggunaan militer; (3) kesempatan untuk  mengiring fokus pada pekerjaan yang sebelumnya diabaikan seperti FedEx berfokus melakukan terpenuhi "pekerjaan" pelanggan dalam bentuk paket lebih cepat dan lebih andal daripada layanan lain bisa; (4) kebutuhan untuk menangkis gangguan-gangguan kecil seperti pabrik kecil yang mengancam pabrik baja terpadu dalam pembuatan baja dengan harga yang jauh lebih rendah; (5) kebutuhan untuk menanggapi pergeseran dalam persaingan seperti Pembuat alat listrik Hilti beralih dari menjual menjadi menyewa alat-alat.  Clay juga menyebutkan  bahwa model bisnis terdiri dari empat elemen yaitu proposisi nilai pelanggan, formula laba, sumber daya utama, dan proses utama.

Proposisi 1: Model bisnis baru diperlukan ketika perusahaan dihadapi pada kondisi kurva S

Respon terhadap waktu ekonomi
Beberapa tahun terakhir belum menunjukkan adanya perbaikan terutama untuk penjualan tim B2B dan manajer. Namun, staf penjualan Amerika harus menemukan program yang paling tepat , meningkatkan metode penetapan harga cost-to- cost dan strategi hubungan ditingkatkan untuk bertahan hidup(William, 2011). Banyak upaya penjualan tetap dalam kebingungan seperti apa langkah yang harus diambil. Hal yang sama juga berlangsung untuk perusahaan di Indonesia. Perusahaan harus mampu merespon tepat waktunya. Kesempatan akan hilang jika strategi yang dibuat terlambat erespon kondisi pasar.

Proposisi 2: Perusahaan akan berkembang jika mampu merespon sesuai waktu ekonom
                                                                                         
Politik dan Sosial
Keadaan politik dan sosial dari Amerika berhubungan dengan  ekonomi yang kompleks serta tumbuh ketergantungan pada keamanan dunia dan ekonomi perdagangan yang efisien(William,2011). Hal yang sama juga berlaku untuk negara-negara la innya. Pengaruh keadaan sosial dan politik  pada saat stabil mengarah pada kemakmuran sehingga masyarakat mampu meningkatkan pendapatan yang pada akhirnya mendorong pada peningkatan permintaan barang/jasa.

Proposisi 3: Kondisi politik dan ekonomi berpengaruh terhadap manajemen dan penjualan




Ketidakstabilan Dunia, Kekacauan, Perselisihan Politik, Dan Pemberontakan Nasional Dan Daerah
Salah satu penyebab tingkat ketidakamanan nasional yang tinggi karena ancaman teroris. Militer bangsa kita telah membentang ke batas-batasnya dengan perang dan pemberontakan di berbagai bidang global. Ketegangan di Amerika karena ketidakamanan nasional berpengaruuh kepada strategi penjualan dan manajemen(Willliam, 2011). Ketidakstabilan kemanaan akan menyebabkan perencanaan ekspansi bisnis tersebut akan  diperlambat atau dikurangi sepenuhnya, merusak kegiatan penelitian dan pengembangan, program pengembangan produk baru, dan mengganggu pertumbuhan infrastruktur dan perekrutan. Maka tah heran menyebabkan akumulasi angka penjualan nasional menjadi lebih rendah.

Proposisi 4: Kondisi ketidakstablan keamanan internasional, nasional maupun daerah berefek negatif terhadap manajemen dan penjualan

Konflik Dan Tantangan Dalam Tenaga Kerja Modern
Flukstasis tenaga kerja yang cukup besar, kekhawatiran keragaman tenaga kerja, dan pengangguran menjadi tantangan dalam tenaga kerja modern(William, 2011). Selama beberapa tahun terakhir, terjadi fluktasi tenaga kerja yang cukup besar dalam bentuk penurunan  karena resesi ekonomi.  Lebih dari 400.000 orang di Amerika menjadi pengangguran setiap bulan dan hanya sedikit indikasi perusahaan siap untuk menyewa kembali sebagian dari angkatan kerja mereka, maka tidak mengherankan bahwa tim penjualan B2B berjuang. Kekhawatiran keragaman karyawannya juga menantang tim penjualan untuk mampu mengkombinasikan campuran antara penjual pria dan wanita, terutama ketika kontrak pemerintah telah mengatur komposisi tenaga kerja. Tentu saja, salah satu pengkhususaan pelatihan tenaga penjualan akan perlu untuk berkomunikasi bersama dengan orang-orang dari keyakinan berbeda, seksual, warna kulit dan jenis kemalmin yang berbeda.
Proposisi 5: Tantangan tenaga kerja berpengaruh terhadap manajemen dan penjualan
Peringkat Penjualan Nasional Menurun
            Tren penurunan penjualan menunjukkan bahwa seseorang harus siap untuk perubahan dan tantangan atau perusahaannya bisa keluar dari penjualan (Chitwood, 2004). Penurunan penjualan nasional biasanya disebabkan karena beberap hal seperti pengurangan pekerjaan ekonomi, program rekayasa ulang pemasaran, direstrukturisasi penjualan seperti merger & akuisisi, serta pertumbuhan penjualan Internet.                                    

Proposisi 6: Penjualan Nasional yang menurun mempengaruhi manajemen dan penjualan

Pilihan model bisnis perusahaan
Fokus dan perubahan organisasi yang berubah sering tidak diiringi dengan penesaian tim penjualan profesional untuk memodifikasi model yang lama. Studi terbaru menunjukkan bahwa tim penjualan mungkin tidak sepenuhnya siap untuk membuat penyesuaian yang unik ini (Smith, 2000). Berdasarkan kajian Bank Indonesia , 2012 bahwa model bisnis bank syariah ideal,workable, dan prudent
yang dapat melayani lebih banyak masyarakat, menjawab harapan berbagai pihak, sesuai dengan karakter bisnis perbankan syariah Indonesia, berorientasi masa
depan dan comply dengan standar international.

Proposisi 7: Pilihan model bisnis perusahaan mempengaruhi manajemen dan penjualan

Ketertarikan  Perusahaan Untuk Mempersiapkan Agen Penjualan Dengan Baik      
Tantangan yang paling mudah ditemukan dalam perusahaan adalah untuk menemukan dan mempekerjakan orang yang tepat (William,2011) . Karena setiap penjualan dan perusahaan pemasaran berbasis di daerah adalah mencari bakat penjualan. Pada dasarnya tenaga penjualan harus memiliki kemampuan mengartikulasikan fitur dan manfaat, posisi pasar, intelijen kompetitif, harga, dan
pengetahuan produk bermakna lainnya (Behrman, 2001).

Proposisi 8: Persiapan Penjualan Agen Berpengaruh pada Manajemen Penjualan        

Kesulitan Untuk Menemukan, Mempekerjakan Dan Melatih Orang Sebagai Sales Atau Bahkan Manajer Penjualan Yang Tepat
            Kelemahan utama manajer dalam menangani otomatisasi tenaga penjualan yang berpusat pada empat hal yaitu: (1) tidak mencurahkan sumber daya yang tepat untuk menerapkan otomatisasi tenaga penjual & pelatihan;(2) Tidak mampu menggunakan alat otomatisasi dan perangkat lunak; (3) Tidak mampu melakukan manajemen hubungan pelanggan (CRM) dan e-commerce untuk tenaga penjualan.

Proposisi 9: Penempatan karyawan dan manajemen berpengaruh pada manajemen dan penjualan

 Penggunaan Teknologi Penjualan Yang Terkini
Membiarkan sistem informasi dan isu-isu teknologi mendorong keputusan penting daripada penjualan dan masalah pemasaran (Calvin, 2001, hal. 245).  Era globalisasi ditandai dengan banyak perusahaan yang menggunakan sistem penjualan online untuk mempermudah proses jual beli.   Pembeli dapat melihat tampilan gambar dan rincian barang tanpa harus datang ke tempat penjual dan begitupun sebaliknya. Penggunaan teknologi pada penjualan memudahkan bagi perusahaan dalam memasarkan produksi dan jasanya.

Proposisi 10: Penggunaan teknologi memberi kemudahan dalam manajemen dan penjualan


Tanggung Jawab Manajer Penjualan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa banyak masalah internal yang dihadapi oleh orang-orang dibagian penjualan adalah tanggung jawab manajemer penjualan. Manajer pemasaran dan penjualan bertugas merencanakan, mengatur dan mengkoordinasikan kegiatan penjualan dan pemasaran dari suatu perusahaan atau organisasi. Manajer harus mampu menciptakan dan memelihara kondisi  organisasi pasar, memimpinan secara langsung tim pemasarannya, bertanggung jawab untuk berkreasi, memperhatikan dan menganalisa pelanggan,  pesaing dan hubungan relasi, memiliki keterampilan memahami kemampuan tim.

Proposisi 11: Tanggung Jawab Manajer Berhubungan Dengan Manajemen dan Penjualan

Penjual Kurang Efektif Dalam Menjual
Penjual harus mampu memahami beberapa hal seperti pengetahuan mengenai produk, promosi, harga, kemampuan komunikasi dan semangat kerja. Tenaga penjual di abad ke-21 dinilai semakin kurang efektif dalam menyesuaikan diri dengan keinginan dan kekhawatiran dari manajer(William,2011). Salah satu penyebab ketidak efektifan yang terjadi adalah karena tingginya tingkat keluar masuknya penjual/sales. Penelitan menunjukkan bahwa sales hanya mampu bertahan dalam waktu 5 tahun kerja.  Hal ini menjadi permasalahan dalam proses perekrutan.

Proposisi 12: Penjual yang Kurang Efektif berpengaruh kepada manajemen dan penjualan



Selasa, 07 Januari 2014

Manajemen Transisional Pemerintah Rokanhulu


 Pemerintah Rokanhulu lebih cenderung kepada tipe manajemen transisional. Seperti yang kita ketahui bahwa tipe manajemen transisional memiliki ciri diantaranya yaitu dalam pemerintahannya sudah ada upaya perubahan tetapi masih banyak cara-cara lama yang masih digunakan, belum sepenuhnya memakai logika rasional serta pemerintahnya telah memberikan sebagian kebebasan mengenai beberapa hal kepada masyarakat tetapi tetap dikendalikan secara ketat.

Review “Good Governance dalam Kerangka Otonomi Daerah”


Sejak tumbangnya rezim Orde Baru dan digantikan dengan gerakan reformasi, istilah Good Governance begitu popular. Hampir di setiap event atau peristiwa penting yang menyangkut masalah pemerintahan, istilah ini tak pernah ketinggalan. Meskipun kata Good Governance sering disebut pada berbagai event dan peristiwa oleh berbagai kalangan, pengertian Good Governance bisa berlainan antara satu dengan yang lain. Ada sebagian kalangan mengartikan Good Governance sebagai kinerja suatu lembaga, misalnya kinerja pemerintahan suatu negara, perusahaan atau organisasial masyarakat yang memenuhi prasyarat-prasyarat tertentu. Sebagian kalangan lain ada yang mengartikan good governance sebagai penerjemahan konkret demokrasi dengan meniscayakan adanya civic culture sebagai penopang sustanaibilitas demokrasi itu sendiri.     

Senin, 30 Desember 2013

Prioritas Kebijakan Penanganan Masalah Kependudukan pada BKKBN ( Salahsatu rencana kajian tesis, MPKP FE UI )


Salah satu program Analisis Kemiskinan di Indonesia yang dikemukakan oleh Bank Dunia perwakilan Jakarta adalah mempelajari karakteristik kemiskinan di Indonesia. Bank Dunia berusaha untuk mengidentifikasikan apa yang bermanfaat dan tidak bermanfaat bagi upaya penanggulangan kemiskinan, dan untuk memperjelas pilihan-pilihan apa saja yang tersedia untuk pemerintah dan lembaga-lembaga non-pemerintah dalam upaya untuk memperbaiki standar dan kualitas kehidupan masyarakat miskin.Permasalahan kemiskinan berkaitan dengan kependudukan. Apabila seseorang ingin mengetahui perkembangan perekonomian suatu negara, maka dapat dilihat dari pertumbuhan lapangan kerja, persentase penduduk yang ada di sektor pertanian, industri, dan jasa-jasa (Tri Setiyaningsih, 2004:12).

Senin, 18 November 2013

Awesome,, Adat Manjampuik

Beberapa hari yang lalu sempat terpikir bagaimana seandainya jodoh saya nanti adalah orang Pariaman. Pikiran ini didorong karena beberapa hari yang lalu teman dekat saya, yang notabene gadis pariaman menjelaskan betapa ringannya hatinya karena ternyata jodohnya bukan lelaki Pariaman. Secara tidak langsung pernyataan tersebut menyiratka betapa sulitnya jika menikah dengan Lelaki Pariaman. Tulisan ini pada dasarnya bukan untuk menyudutkan suatu adat atau golongan tertentu tetapi lebih berusaha memaparkan keunikan adat pernikahan disuatu daerah.

Standar Operasional Prosedur diatur melalui Permenpan no 35 Tahun 2012

Korupsi, Kolusi dan Nepotisme atau yang sangat familiar terdengar akhir-akhir ini diberbagai media disebabkan tidak adanya informasi mengenai prosedur/tahapan dalam memperoleh pelayanan publik. Tidak adanya prosedur yang disosialisasikan dengan benar menyebabkan semakin besarnya celah penyelewengan terjadi. Hal itu dikarenakan minim akses pengawasan yang bisa dilakukan oleh masyarakat(target group). Mengingat penting adanya prosedur maka pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara telah mengeluarkan sebuah peraturan berupa Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara nomor 35 tahun 2012.

UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN


Berlakunya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan diharapkan mengurangi jumlah Perda yang bermasalah. UU No.12 tahun 2011 ini merupakan perubahan Undang-Undang  Nomor  10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan,  karena tidak adanya pola yang jelas dalam pembuatan Perundangan-undangan khususnya pembuatan Perda, sehingga menimbulkan banyak Perda yang bermasalah. Munculnya Perda-perda yang bermasalah  saat ini disebabkan karena:
1)      bertentangan dengan peraturan perundang-undangan  lebih tinggi,
2)      melanggar kepentingan umum,
3)      bertentangan dengan nilai-nilai Hak Asasi Manusia,
4)      melanggar aspirasi masyarakat serta dibatalkan oleh Mahkamah Agung karena digugat oleh masyarakat atau Badan Hukum  melalui Judicial Review. 
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com